Tempat wisata Malang tidak hanya dikenal dengan keindahan alamnya, tetapi juga warisan sejarah yang masih berdiri kokoh hingga kini. Kota ini memiliki banyak wisata heritage yang menawarkan pengalaman berbeda—mulai dari bangunan kolonial, pusat budaya, hingga kuliner legendaris. Artikel ini membahas berbagai wisata heritage Malang, termasuk Gedung RCE, Hotel Pelangi, Pasar Kota Malang, Klenteng Eng An Kiong, Rawon Brintik, dan Masjid Jami’.
Dalam artikel ini, kita akan membahas enam destinasi heritage yang wajib dikunjungi: Gedung RCE Center, Hotel Pelangi, Pasar Kota Malang, Klenteng Eng An Kiong, Rawon Brintik, dan Masjid Jami’.
1. Gedung RCE Center Malang: Heritage Modern di Tempat Wisata Malang
Gedung RCE (Regional Chief Economist) Center Malang menempati sebuah bangunan tua yang berada di jantung kawasan heritage Kota Malang. Meskipun kini berfungsi sebagai pusat kajian ekonomi regional, gedung ini tetap mempertahankan karakter arsitektur kolonial yang menjadi ciri khas kawasan kota tua.
Ciri menonjol:
- Fasad kolonial dengan bukaan jendela besar
- Struktur bangunan lama yang direvitalisasi tanpa menghilangkan karakter aslinya
- Berada di koridor kota tua dengan nuansa sejarah yang kuat
Gedung RCE menjadi contoh sukses adaptive reuse: fungsi modern dalam bangunan bersejarah. Mengunjunginya memberikan gambaran tentang bagaimana Malang memadukan nilai heritage dengan perkembangan masa kini.
2. Hotel Pelangi: Ikon Klasik di Wisata Heritage Malang
Terletak dekat Alun-Alun Tugu, Hotel Pelangi adalah salah satu ikon sejarah Malang. Dibangun pada masa kolonial Belanda, hotel ini menampilkan gaya arsitektur Eropa dengan dominasi bentuk simetris, tiang klasik, dan ornamen khas bangunan tempo dulu.
Keunikan:
- Interior dan eksterior tetap mempertahankan desain kolonial
- Atmosfer hotel yang terasa seperti kembali ke era 1920-an
- Lokasi strategis di pusat wisata heritage
Hotel Pelangi bukan hanya tempat menginap—melainkan pengalaman memasuki kembali sejarah kota.

3. Pasar Kota Malang: Aktivitas Ekonomi Tua di Tempat Wisata Malang
Dikenal juga sebagai Pasar Besar, pasar ini telah menjadi pusat niaga Malang sejak masa Hindia Belanda. Bangunan pasar kolonial terlihat dari koridor luas, ventilasi alami, dan struktur bangunan yang kokoh.
Daya tarik:
- Suasana perdagangan tradisional yang autentik
- Menjadi titik pertemuan budaya dan aktivitas warga
- Arsitektur pasar kolonial dengan karakter kuat
Berjalan di dalamnya, pengunjung seolah melihat denyut kehidupan Malang dari dulu hingga sekarang.
4. Klenteng Eng An Kiong: Perpaduan Budaya dalam Wisata Heritage Malang
Berdiri sejak tahun 1825, Klenteng Eng An Kiong merupakan klenteng tertua dan salah satu paling berpengaruh di Malang. Bangunan berwarna merah mencolok, atap melengkung, ukiran naga, dan ornamen kayu menjadikannya destinasi heritage yang kaya akan nilai budaya.
Keistimewaan:
- Perpaduan arsitektur Tionghoa klasik dan budaya Jawa
- Tempat ibadah dan pusat kegiatan komunitas Tionghoa Malang
- Spot foto heritage yang sangat menarik
Klenteng ini menjadi bukti kuat keberagaman budaya kota Malang sejak ratusan tahun lalu.

5. Rawon Brintik: Kuliner Legendaris di Jalur Tempat Wisata Malang
Tidak lengkap menjelajahi heritage Malang tanpa mencicipi kuliner legendaris. Rawon Brintik, yang berdiri sejak tahun 1942, terkenal dengan cita rasa rawon autentik yang mempertahankan resep keluarga turun-temurun.
Mengapa termasuk wisata heritage?
- Salah satu warung rawon tertua di Malang
- Atmosfer warung tua yang mempertahankan identitas aslinya
- Menjadi bagian dari memori kolektif warga Malang
Menyantap rawon di sini memberikan sensasi nostalgia yang sulit ditemukan di tempat lain.
6. Masjid Jami’: Simbol Religi dalam Wisata Heritage Malang
Terletak di sebelah Alun-Alun Kota Malang, Masjid Jami’ adalah masjid bersejarah yang dibangun sejak era kolonial. Kombinasi arsitektur Jawa tradisional dan elemen Timur Tengah menciptakan struktur unik dan megah.
Ciri menarik:
- Bangunan bertingkat dengan struktur kayu besar
- Kubah besar dengan ornamen khas
- Tempat ibadah sekaligus landmark spiritual dan budaya
Masjid ini menjadi titik penutup yang tepat dalam perjalanan wisata heritage Malang.

Mengapa Heritage Malang Perlu Dilestarikan?
Bangunan heritage memiliki nilai lebih dari sekadar bentuk fisik. Mereka menyimpan cerita perkembangan kota, identitas masyarakat, dan sejarah panjang peradaban. Namun banyak bangunan tua yang kini membutuhkan revitalisasi agar tetap layak dan aman digunakan.
Pelestarian mencakup:
- Restorasi fasad dan struktur
- Adaptive reuse agar bangunan tetap bermanfaat
- Pendampingan profesional agar nilai sejarah tidak hilang
Di sinilah peran arsitek sangat penting untuk memastikan revitalisasi berjalan dengan benar.
Artikel terkait: Malang Heritage: Menjaga Warisan, Membangun Masa Depan
Kesimpulan
Apakah Anda memiliki rumah lama, bangunan warisan keluarga, ruko tua, atau properti heritage di Malang atau kota lainnya?
Antosa Architect siap membantu Anda:
- Renovasi bangunan heritage tanpa mengubah karakter sejarahnya
- Restorasi fasad, interior, dan struktur bangunan tua
- Konsep adaptive reuse untuk mengubah bangunan lama menjadi fungsi baru (kafe, galeri, studio, homestay)
- Konsultasi desain arsitektur yang aman, presisi, dan estetik
Kami percaya setiap bangunan tua memiliki cerita yang perlu dilestarikan.
Bersama Antosa Architect, mari hidupkan kembali nilai sejarah dengan desain yang berkelas dan berkelanjutan.
Info Jasa Bangun Rumah Jember
Gratis konsultasi untuk segala kebutuhan rumah dan bangunan Anda, hubungi kami dengan klik tombol berikut ini
